Rp999 PPh PPN 12% Non-PKP

EWS Tsunami Diseminasi Informasi

Rp999 PPh PPN 12% Non-PKP
Gratis Ongkir Ke : 520 Kabupaten / Kota, Lihat
Stok Produk : 2
PT KARTA NAGARI GRUP Kab. Bogor Perseorangan Non-PKP mikro

Penilaian Produk

Nilai Rata-rata Belum ada Penilaian
Jumlah Ulasan Belum ada Penilaian

Spesifikasi Produk

SKU
Garansi 1
Dimensi 30cm x 50cm x 60cm
Berat 50,0kg
Produk UMKM
Buatan Dalam Negri
KBKI -
Sertifikat TKDN
TKDN 0.00%
BMP 0.00%
TKDN + BMP 0%

Deskripsi

Spesifikasi teknis dan operasional untuk subsistem Diseminasi Informasi dalam Early Warning System (EWS) Tsunami dirancang untuk memastikan pesan peringatan dini dapat dikirim secara instan, multisaluran, dan andal selama 24/7. Fokus utama diseminasi adalah menjembatani keputusan ilmiah dari pusat pemantauan (seperti BMKG melalui InaTEWS) langsung ke masyarakat luas dan pemangku kepentingan dalam waktu kurang dari 5 menit setelah gempa terjadi. Berikut adalah rincian spesifikasi komponen, fitur, dan performa subsistem diseminasi informasi EWS Tsunami: 1. Spesifikasi Performa Utama (Key Performance Indicators) • Waktu Respons Awal: Waktu pemrosesan hingga pengiriman pesan pertama wajib < 3 hingga 5 menit sejak gelombang seismik pertama terdeteksi. • Ketersediaan Sistem (Target Uptime): Minimal 99.9% operasional terus menerus selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu. • Catu Daya Cadangan (Redundant Power): Setiap node diseminasi lokal (seperti menara sirene) wajib dilengkapi sistem Accu (baterai) kering/basah yang terintegrasi dengan panel surya (solar panel) untuk menjamin alat tetap standby saat listrik padam akibat gempa. 2. Spesifikasi Kanal Diseminasi Informasi (Multichannel) Sistem diseminasi harus bersifat redundan, menggunakan berbagai jalur komunikasi simultan guna menghindari kegagalan satu jaringan (single point of failure): A. Diseminasi Massal Jarak Jauh (Pusat ke Publik) • Broadcast Media: Integrasi otomatis ke stasiun TV dan radio nasional/lokal untuk memotong siaran secara instan (Emergency Broadcast System). • EWS Siaran Digital (TV Digital): Memanfaatkan fitur kebencanaan pada STB/TV Digital berbasis kode pos terdampak. • Cell Broadcast (SMS Massal Geografis): Pengiriman pesan teks otomatis berbasis lokasi tanpa membebani trafik jaringan seluler biasa, langsung muncul sebagai pop-up alert suara di ponsel masyarakat di area bahaya. • Aplikasi Seluler Terintegrasi: Notifikasi berbasis aplikasi gawai (Push Notification) yang menyertakan peta evakuasi digital. B. Diseminasi Fisik Jarak Dekat (Pesisir & Lokasi Terdampak) • Sirene Tsunami Luar Ruangan (Outdoor Tsunami Sirens): • Durasi Bunyi: Mampu membunyikan sirene tanda evakuasi secara terus-menerus selama minimal 3 menit. • Kekuatan Suara: Menjangkau radius akustik minimal 1–2 km (tergantung spesifikasi dB speaker horn di menara). • Struktur Fisik: Tiang menara (tower) baja galvanis tahan korosi air laut, dilengkapi kawat spanner/seling penguat. • Pengeras Suara Komunitas (Public Address System): Integrasi jarak jauh dengan pengeras suara rumah ibadah, pantai wisata, atau posko BPBD lokal. 3. Protokol Integrasi & Tingkat Ancaman (Decision Support System) Data diseminasi harus terstandarisasi mengacu pada kategori ancaman InaTEWS yang jelas agar masyarakat tidak kebingungan: Tingkat Ancaman Estimasi Ketinggian Tsunami Tindakan Diseminasi Prosedur Evakuasi AWAS ≥ 3 Meter Sirene aktif total, SMS massal, interupsi siaran TV/Radio Evakuasi menyeluruh masyarakat di zona bahaya SIAGA 0.5 Meter - < 3 Meter Pengumuman publik, SMS peringatan regional Evakuasi diarahkan oleh Pemerintah Daerah WASPADA < 0.5 Meter Pesan informasi waspada di wilayah pesisir Menjauhi pantai dan bantaran sungai pesisir Sistem juga wajib mendukung otomatisasi 4 Tahapan Peringatan: 1. Peringatan Dini 1: Informasi gempa bumi dan potensi tsunami awal (<5 menit). 2. Peringatan Dini 2: Pembaruan daerah terdampak dan estimasi waktu tiba gelombang. 3. Peringatan Dini 3: Pembaruan berdasarkan observasi riil alat pemantau muka air laut (tide gauge / buoy). 4. Peringatan Dini 4: Pernyataan resmi bahwa ancaman tsunami telah berakhir. 4. Spesifikasi Perangkat Keras Pusat Kendali & Jaringan • Komunikasi Antar Perangkat: Harus menggunakan kombinasi jaringan berbasis IP, Satelit (VSAT) untuk mitigasi jika tower seluler darat roboh, serta jaringan radio ssb/vhf sebagai cadangan komunikasi. • Pusat Komando (Command Center Dashboard): Sistem manajemen terpusat berbasis web/aplikasi yang menampilkan visualisasi peta sebaran sensor secara real-time, status kesiapan daya baterai di tiap menara sirene, serta tombol aktivasi manual darurat jika sistem otomatis mengalami kendala. • Modul Penerima Lokal (EWS Receiver & Amplifier): Terpasang di kabinet bawah menara sirene dengan enkripsi data yang ketat untuk mencegah aktivasi ilegal (hacking/false alarm).