Rp172.500 PPh PPN 12% Non-PKP

Novel Orang-Orang Proyek - Ahmad Tohari

Rp172.500 PPh PPN 12% Non-PKP
Gratis Ongkir Ke : Kab. Jember
Stok Produk : 10
CV. GARUDA AKASA Kab. Jember Badan Usaha Non-PKP mikro

Penilaian Produk

Nilai Rata-rata Belum ada Penilaian
Jumlah Ulasan Belum ada Penilaian

Spesifikasi Produk

SKU
Garansi -
Dimensi 20cm x 13cm x 3cm
Berat 200g
Produk Non-UMKM
Buatan Dalam Negri
KBKI -
Sertifikat TKDN
TKDN 0.00%
BMP 0.00%
TKDN + BMP 0%

Deskripsi

Novel Orang-Orang Proyek karya Ahmad Tohari adalah novel sosial-politik yang menyoroti praktik korupsi dan bobolnya idealisme dalam proyek pembangunan di era Orde Baru Informasi Umum • Penulis: Ahmad Tohari • Tahun Terbit: 2002 (oleh Gramedia Pustaka Utama) • Tebal: 224 halaman • Latar Waktu/Tempat: Tahun 1991, di pinggiran Sungai Cibawor, desa Tokoh Utama • Ir. Kabul: Seorang insinyur muda yang idealis, mantan aktivis kampus, dan pemimpin proyek pembangunan jembatan. • Dalkijo: Atasan Kabul yang pragmatis, gemar hidup mewah secara birokratis, serta memaksa penggunaan bahan bangunan berkualitas rendah. • Wati: Sekretaris proyek yang setia mendampingi dan menjadi penstabil suasana kerja Kabul. • Pak Tarya: Figur mentor yang bijak dan tempat Kabul bertukar pikiran. • Basar: Mantan aktivis yang kini menjadi kepala desa dan berada di bawah tekanan kekuasaan Alur Cerita dan Konflik • Cerita berpusat pada pembangunan jembatan di Desa Cibawor yang didanai oleh Golongan Lestari Menang (GLM) dan harus selesai cepat demi hari ulang tahun partai penguasa. • Kabul menghadapi dilema besar ketika Dalkijo dan pihak penguasa memerintahkan pemotongan anggaran dan penggunaan material bekas/substandard demi keuntungan pribadi dan politik. • Sebagai seorang idealis yang menjunjung kejujuran, Kabul menolak praktik kotor tersebut meski harus menerima ancaman, memilih mundur dari proyek, dan merelakan hubungannya dengan Wati Pesan dan Nilai • Kritik Sosial: Menggambarkan bagaimana lingkaran kekuasaan dan birokrasi menindas idealisme serta merugikan rakyat kecil. • Integritas: Menunjukkan pergulatan batin seseorang yang harus memilih antara komitmen moral (kejujuran) atau tunduk pada sistem yang korup