Novel Orang-Orang Proyek - Ahmad Tohari
Penilaian Produk
| Nilai Rata-rata | Belum ada Penilaian |
| Jumlah Ulasan | Belum ada Penilaian |
Spesifikasi Produk
| SKU | |
| Garansi | - |
| Dimensi | 20cm x 13cm x 3cm |
| Berat | 200g |
| Produk | Non-UMKM |
| Buatan | Dalam Negri |
| KBKI | - |
| Sertifikat TKDN | |
| TKDN | 0.00% |
| BMP | 0.00% |
| TKDN + BMP | 0% |
Deskripsi
Novel Orang-Orang Proyek karya Ahmad Tohari adalah novel sosial-politik yang menyoroti praktik korupsi dan bobolnya idealisme dalam proyek pembangunan di era Orde Baru Informasi Umum • Penulis: Ahmad Tohari • Tahun Terbit: 2002 (oleh Gramedia Pustaka Utama) • Tebal: 224 halaman • Latar Waktu/Tempat: Tahun 1991, di pinggiran Sungai Cibawor, desa Tokoh Utama • Ir. Kabul: Seorang insinyur muda yang idealis, mantan aktivis kampus, dan pemimpin proyek pembangunan jembatan. • Dalkijo: Atasan Kabul yang pragmatis, gemar hidup mewah secara birokratis, serta memaksa penggunaan bahan bangunan berkualitas rendah. • Wati: Sekretaris proyek yang setia mendampingi dan menjadi penstabil suasana kerja Kabul. • Pak Tarya: Figur mentor yang bijak dan tempat Kabul bertukar pikiran. • Basar: Mantan aktivis yang kini menjadi kepala desa dan berada di bawah tekanan kekuasaan Alur Cerita dan Konflik • Cerita berpusat pada pembangunan jembatan di Desa Cibawor yang didanai oleh Golongan Lestari Menang (GLM) dan harus selesai cepat demi hari ulang tahun partai penguasa. • Kabul menghadapi dilema besar ketika Dalkijo dan pihak penguasa memerintahkan pemotongan anggaran dan penggunaan material bekas/substandard demi keuntungan pribadi dan politik. • Sebagai seorang idealis yang menjunjung kejujuran, Kabul menolak praktik kotor tersebut meski harus menerima ancaman, memilih mundur dari proyek, dan merelakan hubungannya dengan Wati Pesan dan Nilai • Kritik Sosial: Menggambarkan bagaimana lingkaran kekuasaan dan birokrasi menindas idealisme serta merugikan rakyat kecil. • Integritas: Menunjukkan pergulatan batin seseorang yang harus memilih antara komitmen moral (kejujuran) atau tunduk pada sistem yang korup