Rp5.000.000 PPh Bebas PPN Non-PKP

Barongan Ndas Papat

Rp5.000.000 PPh Bebas PPN Non-PKP
Gratis Ongkir Ke : 35 Kabupaten / Kota, Lihat
Stok Produk : 9
CV. KOMUNITAS SENI SAMAR Kab. Kudus Non PKP mikro

Penilaian Produk

Nilai Rata-rata Belum ada Penilaian
Jumlah Ulasan Belum ada Penilaian

Spesifikasi Produk

SKU
Garansi -
Dimensi 10cm x 10cm x 8cm
Berat 10kg
Produk UMKM
Buatan Dalam Negri
KBKI -
Sertifikat TKDN
TKDN 0.00%
BMP 0.00%
TKDN + BMP 0%

Deskripsi

Barongan Ndas Papat adalah barongan berkepala empat yang dikembangkan oleh Komunitas Seni Samar melalui karya teatrikal dengan naskah berjudul Rananggana yang disusun oleh Leo Katarsis. Rananggana merupakan salah satu cerita mitologis daerah Indonesia yang berasal dari kata rana dan hanggana. Rana berartikan perang dan hanggana berartikan hawa nafsu, yang secara tersirat berarti cerita tentang perang melawan hawa nafsu. Secara eksplisitnya, Rananggana bercerita tentang seorang pertapa dari Tanah Muria yang menerima titah dari Dewi Saraswati melalui danyang leluhur secara turun temurun. Jika ingin sampai menuju swargaloka, ia harus senantiasa menjaga keempat saudaranya agar tidak membuat kerusakan Tanah Muria. Cerita tersebut kemudian diadaptasi oleh Komunitas Seni Samar dengan melakukan beberapa modifikasi melalui teater yang ditampilkan. Pertama adalah modifikasi konsep pemanggungan yang tidak banyak menggunakan set properti, melainkan hanya menggunakan properti yang dibuat dari bahan-bahan alami. Selanjutnya modifikasi lain dilakukan dengan melakukan perubahan pada unsur cerita, dari yang semula Barongan pada umumnya terdiri atas satu kepala, dalam teatrikal ini menjadi empat kepala. Para aktor menggunakan busana putih sederhana dan tidak menggunakan riasan pada umumnya melainkan menggunakan properti penutup wajah. Adapun properti wajah yang dimaksud yaitu topeng pincuk, topeng ekrak, serta topeng barongan bermotif macan, banteng, kera, dan merak. Selain itu pertunjukan Barongan Ndas Papat lebih mengeksplorasi gerak tubuh dan akting dari para aktor. Hal ini menunjukkan eksplorasi lebih ditonjolkan pada kekuatan komunikasi non verbal dan pencapaian artistik pertunjukan dibandingkan penggunaan kostum dan handprop oleh para aktor. 1. DEWI SARASWATI Tokoh Dewi Saraswati sebagai pemberi titah kepada Rananggana melalui danyang/leluhur turun temurun. Kostum yang dikenakan adalah kemben berwarna putih yang menutupi bagian dada, celana panjang berwarna putih hingga mata kaki, dan topeng dari bambu berbentuk lingkaran/kalo. Dewi Saraswati membawa properti berupa bokor berisi menyan/dupa. 2. RANANGGANA Rananggana adalah seorang panglima dengan cita-cita yang tinggi ditunjukkan dengan keinginannya menuju swargaloka dan rela menjaga keempat saudaranya. Rananggana mengenakan galembong berwarna putih, rompi yang terbuat dari anyaman eceng gondok, dan topeng bambu (segitiga terbalik berbentuk kerucut seperti pincuk). Terdapat pula aksesoris pada topeng Rananggana menyerupai mahkota serta mengenakan gelang kaki dan gelang tangan yang terbuat dari anyaman eceng gondok. Rananggana membawa properti sapu lidi yang menggambarkan Sada Manggala (senjata pamungkasnya). 3. SEDULUR PAPAT/BARONGAN NDAS PAPAT Sedulur Papat mengenakan kemben berwarna putih yang menutupi bagian dada, celana panjang berwarna putih hingga mata kaki, dan topeng dari bambu berbentuk segitiga terbalik (berbentuk kerucut seperti pincuk). Ketika berubah menjadi barongan yang dibalut dalam kain panjang berwarna putih, maka topeng diganti yang lebih besar dari sebelumnya sesuai dengan karakter masing-masing, yaitu : 1. Topeng bermotif macan melambangkan amarah. Digambarkan memiliki sifat pemarah dan juga memiliki ambisi yang besar. 2. Topeng bermotif banteng melambangkan supiyah. Memiliki sifat yang tenang, kuat dan jiwanya tidak mudah tergoda. Jika sifat ini berlebihan akan menjadi ujub (merasa dirinya lebih baik). 3. Topeng bermotif kera melambangkan aluamah yang memiliki sifat dasar serakah. 4. Topeng bermotif merak melambangkan muthmainnah yang memiliki arti pesona, karisma, dan ingin menjadi pusat perhatian. 4. ALAP-ALAP Alap-alap adalah simbol untuk menunjukkan kebuasan/sebagai pemangsa. Kostum yang dikenakan Alap-alap tidak jauh berbeda dengan tokoh lainnya yaitu galembong berwarna putih dengan topeng bambu berbentuk ekrak, namun ditambahkan detail berupa rambut dari rami yang sangat panjang dan tidak beraturan. Alap-alap membawa properti berupa tali tambang membentuk sebuah lingkaran berukuran sedang. Tali tambang tersebut menggambarkan Kama Ambara, sebuah batu ajaib yang mampu memberikan kebahagiaan dan kehidupan abadi bagi yang memilikinya. Keterangan tambahan : - Total keseluruhan aktor : 19 orang - Total pemain musik : 6 orang - Durasi pertunjukan: 30 menit