Rp375.000 PPh PPN 12%

Pemeliharaan AC Standing

Rp375.000 PPh PPN 12%
Gratis Ongkir Ke : Kota Surabaya
Stok Produk : 70
CV. PETRAH RAYA Kota Surabaya PKP kecil

Penilaian Produk

Nilai Rata-rata Belum ada Penilaian
Jumlah Ulasan Belum ada Penilaian

Spesifikasi Produk

SKU
Garansi -
Dimensi 190cm x 65cm x 45cm
Berat 3kg
Produk Non-UMKM
Buatan Dalam Negri
KBKI -
Sertifikat TKDN
TKDN 0.00%
BMP 0.00%
TKDN + BMP 0%

Deskripsi

1. Persiapan dan Keamanan (Safety) Karena AC standing biasanya memiliki kapasitas besar (3 PK - 5 PK), arus listriknya pun lebih kuat. Power Off: Mematikan aliran listrik pusat agar aman dari sengatan listrik. Area Protection: Mengingat unit ini berdiri di lantai, area sekitar (biasanya karpet atau lantai kayu) harus dilindungi dengan plastik agar tidak becek saat proses penyemprotan. 2. Pembersihan Unit Indoor (Kabinet) Pembersihan Filter Udara: Filter pada AC standing biasanya berukuran besar dan terletak di bagian depan bawah atau tengah. Ini harus dicuci bersih karena menjadi penyaring utama debu ruangan. Pembersihan Evaporator: Panel depan dibuka untuk mengakses coil evaporator. Karena unit ini menyedot udara dari bawah, bagian bawah evaporator seringkali sangat kotor/berlendir. Pembersihan Blower (Kipas Indoor): Kipas pada AC standing berbentuk centrifugal yang cukup besar. Debu yang menempel di sirip kipas dapat mengurangi hembusan angin dan menyebabkan getaran. 3. Sistem Pembuangan Air (Drainage) Cek Bak Penampung: Berbeda dengan AC split, AC standing punya bak penampung air yang lebih lebar. Jika tersumbat sedikit saja, air akan meluap ke lantai. Pompa Drainase (Jika ada): Beberapa model menggunakan pompa untuk membuang air ke atas. Teknisi harus memastikan pompa ini berfungsi normal agar tidak terjadi banjir di dalam unit. 4. Pembersihan Unit Outdoor Kondensor: Karena kapasitas PK yang besar, unit outdoor-nya juga raksasa (seringkali memiliki dua kipas). Penyemprotan harus dilakukan secara menyeluruh agar pelepasan panas optimal. Cek Kipas Outdoor: Memastikan motor kipas berputar kencang dan tidak ada suara kasar. 5. Pengecekan Elektrikal & Freon Tekanan Freon: Memastikan tekanan (biasanya R410A atau R32) sesuai dengan nameplate. Cek Kontaktor & Kabel: Karena beban listriknya tinggi, kabel seringkali panas. Teknisi akan mengecek kekencangan baut terminal kabel dan kondisi magnetic contactor. Uji Ampere: Mengukur arus listrik untuk memastikan kompresor tidak bekerja overload.