Teras Langit
Penilaian Produk
| Nilai Rata-rata | Belum ada Penilaian |
| Jumlah Ulasan | Belum ada Penilaian |
Spesifikasi Produk
| SKU | |
| Garansi | - |
| Dimensi | 00cm x 00cm x 00cm |
| Berat | 0g |
| Produk | UMKM |
| Buatan | Dalam Negri |
| KBKI | - |
| Sertifikat TKDN | |
| TKDN | 0.00% |
| BMP | 0.00% |
| TKDN + BMP | 0% |
Deskripsi
Teras Langit Ahmad Nizamuddin Qisti Setelah lama menengadah, ada kalanya benak bertanya, ‘Mengapa harus ke arah langit? Memang ada apa di sana? Apakah Tuhan mengabulkan dengan melemparkannya dari sana? Tentu jawabannya bukan karena Tuhan ada di sana. Saya menemukan jawaban yang indah dari Imam Ibnu Hajar al-Asqallani dalam Fathul Bari beliau mengatakan bahwa langit adalah kiblat doa sebagaimana Ka’bah menjadi kiblat salat. Atas dasar ini saya berimajinasi bahwa setiap doa yang kita langitkan bermuara di pelataran langit sampai Allah swt mengabulkannya. Teras Langit menjadi tajuk yang saya pilih untuk buku ini. Bukan tanpa alasan, judul itu menjadi simbol yang melambangkan harapan-harapan yang membumbung dengan sayap keyakinan dan penghambaan. Teras Langit menjadi identitas buku yang berisi himpunan doa dalam Al-Qur’an dengan fikihnya. Semoga dengan doa-doa yang ada di dalamnya, proposal hidup kita mendapatkan persetujuan dari Sang Kuasa. Namun, sebelum itu pastikan syarat dan rukunnya terpenuhi serta alamatnya adalah Dia. Saya sampaikan berita gembira kepada para pendoa. Syekh Mutawalli asy-Sya’rawi menyampaikan sebuah hadits qudsi tentang seruan Tuhan kepada hamba-Nya, ‘Wahai, Hamba-Ku. Datanglah kepada-Ku kapan pun kau mau. Bicaralah pada-Ku tentang apa pun itu. Sungguh Aku tidak pernah bosan sampai kalian yang bosan.’ Selamat berdoa, Hamba!