Rp62.700 PPh PPN 12%

Seri Prasasti: PRASASTI-PRASASTI KERAJAAN MATARAM KUNO II (Periode Jawa Timur)

Rp62.700 PPh PPN 12%
Gratis Ongkir Ke : Kota Semarang
Stok Produk : 5
CV. CV. ARDINTA BERKAH JAYA Kab. Kendal Badan Usaha PKP mikro

Penilaian Produk

Nilai Rata-rata Belum ada Penilaian
Jumlah Ulasan Belum ada Penilaian

Spesifikasi Produk

SKU
Garansi -
Dimensi 001cm x 001cm x 001cm
Berat 1g
Produk UMKM
Buatan Dalam Negri
KBKI -
Sertifikat TKDN
TKDN 0.00%
BMP 0.00%
TKDN + BMP 0%

Deskripsi

rasasti-Prasasti Kerajaan Mataram Kuno II: Periode Jawa Timur Aulia Rahmat SM 2 MB ebook 206 Dilihat Penerbit : Relasi Inti Media ISBN : noisbn Kategori : Sejarah, Sejarah eISBN : 978-623-6474-86-0 Wishlist Bagikan Sinopsis Śrī Mahārāja Rake Hino Dyaḥ Siṇḍok Śrī Īśānawikrama Dharmottuṅgadewawijaya (juga dikenal sebagai Dyah Sindok, Mpu Sindok atau Sindok) adalah raja terakhir dari dinasti Sanjaya yang memerintah Kerajaan Mataram dari Jawa Tengah, memerintah sekitar tahun 928 atau 929 Masehi. Sindok memindahkan pusat kekuasaan kerajaan Mataram dari Jawa Tengah ke Jawa Timur pada tahun 929 M, kemungkinan akibat letusan Gunung Merapi dan/atau invasi Sriwijaya. Ibu kota kerajaan yang baru adalah Watugaluh, di tepi Sungai Brantas, dekat Kabupaten Jombang sekarang. Sindok juga merupakan pendiri dinasti Ishana, sehingga kerajaan baru ini juga terkadang disebut sebagai "Ishana". Sebuah prasasti yang saat ini ada di Museum India di Kolkata, menggambarkan keturunan Sindok hingga Airlangga, pada abad ke-11 Masehi. Sindok memiliki dua istri, salah satunya, Sri Parameswari Dyah Kbi, kemungkinan adalah putri Dyah Wawa, raja Mataram sebelumnya di Jawa Tengah. Dengan demikian, Sindok berhasil menduduki tahta Mataram karena perkawinannya. Pada masa pemerintahannya, Kakawin Ramayana dan Sanghyang Kamahayanikan ditulis. Sindok digantikan oleh putrinya, Sri Isantungawijaya.